saya lihat jam dinding besar yang di pajang di tengah sekat2 lapak di sebuah mall elektronik di bandung,jamn itu sudah menunjukkan pukul 08.45,dan para penjaga toko sudah mulai sibuk memasukkan dagangannya ke dalam,sedangkan saya masih termedung memandangi jam itu sambil duduk tepat di depannya,
badan saya mungkin bergerak,jalan menuju keluar mall yang sudah hampir tutup itu,tapi pikiran saya masih tertuju pada jam itu….Waktu…manusia diatur oleh waktu,semua nya di ikat oleh waktu…saya termasuk orang yang tidak bersahabat baik dengan waktu…
saya berjalan tanpa tau harus kemana,mungkin sudah waktunya saya pulang,tetapi kaki saya masih ingin tetap melangkah berjalan…
saya berjalan menyusuri jalanan dago,melihat lampu-lampu malam yang agak kekuningan,dengan latar hitam pekat di dasar kaki saya berpijak..saya terus berjalan tanpa tau harus berhenti dimana…
saya melihat sekelompok anak2 yang menyerahkan receh kepada ibunya yang sedang menyusui,setelah menyerahkan itu ibunya berbicara kepada mereka setengah berteriak,lalu anak2 itu lari dan mulai menyanyi di setiap angkot2 yang berhenti,si ibu itu dengan sibuk menghitung receh dari anak2 itu….saya tidak mengerti…saya tidak paham atas kondisi ini…apa yang sedang di pikirkan si ibu itu?apa yang ada dalam hatinya??
lalu saya berjalan lagi,tepat di samping saya seorang nenek yang duduk di bawah tiang listrik sambil memeluk tongkat yang di ikat oleh kantongan plastik nya,dia melipat kaki dan tangannya,sambil gemetar dia mencoba menutup mata nya,saya tidak mengerti mengapa dia berada disitu…dimana saudara2 nya?dimana anak2 nya?
dimana orang2 yang menyayanginya?? apa yang sedang di pikirkan si nenek itu?apa yang ada di dalam hatinya…
saya berjalan lagi,meninggal kan jajak saya kepada si nenek itu,dari kejauhan saya melihat 2 orang berjalan mendekat,berpegangan tangan,tertawa,dan sesekali si pria memegang kepala si wanita itu…dengan masih tertawa mereka melewati saya…saya sadar mereka sedang punya hubungan khusus…saya tahu mereka sedang pacaran,namun saya tidak mengerti apa yang di benak mereka sekarang?apa yang sudah mereka perbuat selama ini?apa yang akan terjadi pada mereka setelah ini…saya pernah seperti mereka,,tapi saya tidak mengerti apa yang di pikiran mereka…apa yang ada di hati mereka…
lalu saya berjalan lagi,saya melihat sekelompok remaja dan bahkan ada beberapa anak2 di bawah belasan tahun,mereka berpakain hitam2,sebagian mereka memiliki tato di tangan dan kaki mereka,dan tindikan2 di dekitar wajah mereka,bahkan ada anak gadis yang dengan bangganya mengeluarkan pearching yang ada di lidahnya,dengan rambut di cat,mereka membawa gitar biola dan harmonika,mereka sedang tertawa…bahagia?? apa yang ada di pikiran mereka sekarang?apakah mereka cukup bahagia dengan berkumpul seperi itu,dimana kah sosok ibu atau ayah yang biasanya menyuruh anaknya untuk tidur diatas jam 10 malam?dimana kah sosok yang berwibawa yang menyayangi mereka dengan tulus…apakah di balik tawa mereka ada luka?apa yang ada di hati mereka sekarang??
di sebelah lain saya melihat orang2 sedang berkumpul di suatu plaza terkenal di dago,sekelompok remaja ke atas sedang berkumpul,wanita dan pria..mereka juga sedang tertawa,melihat raut wajah mereka seakan mereka bahagia sekali,sesekali seorang wanita cantik berambut panjang itu menghisap rorok yang ada di tangannya,dan yang lainnya meminum minuman botol dengan kadar alkohol yang menurut saya cukup tinggi…dengan bahagia mereka melakukannya sambil berbincang bincang….apa yang sedang mereka perbincangkan,saya tidak mengerti mengapa mereka ada disini sekarang?apa yan membuat mereka harus berkumpul di saat itu juga..apa yang mereka pikirkan?apakah mereka memikirkan keluarga? anak atau pekerjaan mereka? apa yang ada di dalam hati mereka sekarang?
lalu saya berjalan lagi…sampai di lampu merah saya melihat lampunya sedang merah,lalu saya berhenti seperti kendaraan yang berhenti di sebelah kanan saya,saya memperhatikan raut wajah orang 2 yang sedang memberhentikan sepeda motornya itu,tepat di barisan paling depan , saya melihat seorang ibu2 dengan motor metiknya,dia mengetuk-ngetuk kakinya kejalan raya tanda dia sedang buru2,saya melihat raut wajah cemas dan saya sadar matanya sedang berkaca-kaca karena ada pantulan cahaya lampu malam yang tepat di depannya,sesekali dia melirik jam tangannya,”TITTTT TITTTT ….TITTTT” bunyi kelakson yang mulai saling sahut menyahut itu membuat saya kaget,itu tandanya lampunya sudah hija,lalu si ibu tadi berlalu,lalu saya berjalan sambil bertanya-tanya…apa yang ada di pikiran si ibu itu?mengapa dia menangis?mengapa dia harus terburu-buru?dan apa yang membuatnya harus mengendarai motor di malam yang dingin seperti ini?apa yang ada di hati ibu itu sekarang?
lalu saya menyebrang jalan…lalu saya putuskan untu pulang kekosan,saya menaiki angkot jurusan caheum,saat saya akan naik,saya bertabrakan dengan seorang pria yang turun dari angkot itu,saya melihat dan memperhatikannya..lalu dia juga membalas pandangan saya dengan tajam,dengan penampilan serba hitam,dan pearching di bawah mulutnya itu,saya tidak takit sama sekali,lalu dia memutuskan untuk melepaskan pandangan itu dan pergi dengan setengah berlari,saya naik ke angkot,apa yang sedang di pikirkan pria itu sekarang?mengapa dia harus terburu-buru?apa maksud dari pandangan mata nya itu?apa yang ada di hati nya sekarang??
lalu angkot itu pun melaju,dan saya berada di posisi paling belakang tepat di depan kaca melihat ke arah belakang…saya baru sadar bahwa hanya saya seorang yang menjadi penumpang di angkot itu,lalu saya tetap termenung,hingga saya sadar ada mobil putih yang dari tadi di belakang angkot yang saya naiki ini..lalu saya memperhatikan siapa yang ada di mobil itu,seorang pria yang menyetirnya tanpa ekspresi dan merenung membawa mobil itu,lalu seorang wanita(saya rasa mereka suami istri) dengan posisi bersandar sambil melihat ke arah luar jendala…apa yang sedang terjadi di antara mereka?apa yang mengganggu pikiran mereka sehingga tampang mereka tanpa kebahagiaan?tanpa sukacita?apa yang ada di hati mereka sekarang….
“kang??turun disini aja kang?saya tidak narik lagi..”si supir angkot itu mengalihkan pandangan saya dari 2 orang yang di mobil itu dan ternyata sudah menyelib angkot yang saya naiki…
saya di turunkan lumayan jauh dari kosan saya..lalu saya memutuskan untu berjalan saja,menikmati bandung dengan lampu kotanya…
dengan gerimis yang mulai berubah menjadi hujan kecil yang bahkan tidak mengubah kecepatan jalan saya,hujan itu mulai mengenai pipi saya,panas…
bukan yang di pipi saya bukanlah air hujan,tetapi air mata saya yang jatuh tanpa saya sadari…(saya memakai topi saat itu jadi hujan itu tak akan membasahi wajah saya terlebih dahulu)
airmata itu tak berhenti mengalir sampai saya berada di persimpangan sebelum kosan saya…
menghapus air mata sebelum membuka pintu gerbang kosan,….
saat masuk ke kamar yang masih dalam keadaan gelap saya meletakkan tas saya dan menutup pintu rapat2…
saya berlutut..dan mulai menangis lagi…semakin saya menangis dengan keras…hujan di luar juga tak mau kalah dengan gunturnya yang semakin membuat saya berteriak…
saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran saya..mengapa saya harus menangis??mengapa orang- orang yang saya temui membuat saya meanangis??mengapa airmata saya jatuh tanpa ada kontrol emosi dari saya?
apa yang ada di dalam hati saya sekarang?saya tidak tahu….
yang saya tahu saya harus menangis…
menangis….dengan hujan yang membantu saya untuk menangis….
“memandang orang sekitar membuat saya luluh,bahkan untuk memandang diri saya, tak sanggup!”